Takdir dan Perbuatan Hamba

Pertanyaan: Diantara aqidah ahlus sunnah wal jama’ah adalah: ما شاء اللهُ كان وما لم يشأ لم يكن “Apa yang Allah kehendaki pasti terjadi, yang tidak Ia kehendaki tidak terjadi” Namun dalam diriku terdapat sebuah syubhat, yaitu perbuatan hamba itu ada karena kehendak Allah (dengan mengenyampingkan dahulu perihal kehendak hamba). Jika seorang hamba berbuat maksiat, sebetulnya maksiat yang ia lakukan itu atas kehendak Allah. Sehingga sebetulnya kehendak hamba tidak punya peran diantara...
READ MORE - Takdir dan Perbuatan Hamba

Bagaimana Cara Shalawat Yang Sesuai Sunnah, Dan Bolehkah Shalawat Diiringi Dengan Rebana?

SHALAWAT DIIRINGI REBANA? Pertanyaan : Ana ingin menanyakan masalah amaliyah yang membingungkan, yaitu masalah shalawat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. 1. Apakah shalawat ini banyak macamnya? 2. Bagaimana cara mengamalkan shalawat yang benar berdasarkan sunnah Rasulullah? Apakah dilakukan sendiri atau berjama'ah, dengan suara keras atau sirr (pelan)? 3. Bolehkah sambil diiringi rebana (alat musik)? [Abdullah S.Aga. Kota Kembang, Jawa Barat] Jawaban : Alhamdulillah, sebelum...
READ MORE - Bagaimana Cara Shalawat Yang Sesuai Sunnah, Dan Bolehkah Shalawat Diiringi Dengan Rebana?

Hukum Mengangkat Tangan Dalam Berdo'a

Oleh Syaikh Dr. 'Abdur Razzaq bin Abdul Muhsin al-'Abbad Mengangkat kedua tangan dalam berdo'a kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, termasuk adab yang agung. Demikian terdapat di banyak hadits yang shahih dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Sebagian ulama menggolongkannya ke dalam hadits mutawatir secara makna. Di dalam Tadribur Rawi Syarh Taqrib Imam Nawawi, ketika mencontohkan hadits-hadits yang mutawatir secara maknawi, Imam Suyuthi rahimahullah berkata : ”Diriwayatkan...
READ MORE - Hukum Mengangkat Tangan Dalam Berdo'a

Tauhid Rububiyyah

Oleh al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Ahlus Sunnah beriman kepada Allah Azza wa Jalla, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, dan dibangkitkannya manusia setelah mati, serta iman kepada qadar yang baik maupun buruk. Di dalam surat al-Baqarah, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ “Bukanlah...
READ MORE - Tauhid Rububiyyah

Tauhid Uluhiyyah

Oleh al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas   Tauhid Uluhiyyah[1] dikatakan juga Tauhiidul ‘Ibaadah yang berarti mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui segala pekerjaan hamba, yang dengan cara itu mereka dapat mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, apabila hal itu disyari’atkan oleh-Nya, seperti berdo’a, khauf (takut), raja’ (harap), mahabbah (cinta), dzabh (penyembelihan), bernadzar, isti’anah (meminta pertolongan), istighatsah (minta pertolongan di saat sulit),...
READ MORE - Tauhid Uluhiyyah

- popular posts -

- followers -