Berhiaslah Dengan Keindahan Ilmu & Bukan Berhias Dengan Banyak Canda
Diposting oleh
"A.A.W"
di
Kamis, Oktober 14, 2010
Kamis, 14 Oktober 2010
Label:
Sunnah
,
Tazkiyatun Nufus
Syaikh Al-'Utsaimin rahimahullah mengatakan:
"Hiasilah diri dengan keindahan ilmu, berupa bagusnya budi pekerti, akhlak yang baik dengan selalu bersikap tenang, berwibawa, khusyu', tawadhu', dan senantiasa bersikap istiqamah secara lahir maupun batin, serta tidak melakukan segala sesuatu yang merusaknya." (Syarh Hilyah Thaalibil 'Ilmi)
Hendaklah seorang pelajar menghindari sesuatu yang sia-sia, baik perbuatan maupun ucapan yang tidak ada manfaatnya. Seorang pelajar juga hendaknya menghindari SIKAP YANG RENDAH dalam majelis ilmu, seperti tertawa terbahak-bahak dan SUKA SENDA GURAU, terutama kalau dia berada di tengah-tengah khalayak umum.
Adapun kalau hanya berada di tengah-tengah teman-temannya saja, maka masalahnya lebih ringan. Namun, jika berada di khalayak umum, hindarilah berbuat sesuatu yang bisa menghinakan dirimu sendiri. Karena itu bisa menghilangkan kewibawaanmu di hadapan orang lain; mereka (bisa) tidak lagi segan kepadamu dan juga (bisa) tidak lagi menghormati ilmu yang engkau ajarkan.
Ada sebuah pepatah:
"Barangsiapa yang banyak melakukan SESUATU, maka dia akan DIKENAL DENGANNYA."
[Riwayat ath-Thabrani dalam al-Awsath (2259), al-Qudha'iy dalam Musnad asy-Syihaab (374), al-Baihaqi dalam Syu'abul Iimaan (4994, 5019), al-Uqaily dalam adh-Dhu'afaa' (III/316), dan Ibnul Qaisarani dalam Tadzkiratul Huffaazh (IV/1416) dari Umar bin al-Khaththab radhiyallahu 'anhu secara mauquf]
Jauhilah segala PERUSAK ILMU INI baik dalam majelis MAUPUN DALAM SETIAP PEMBICARAANMU. Namun, sebagian orang YANG DUNGU menyangka bahwa bersikap longgar dalam hal seperti ini adalah sebuah sikap toleransi.
Imam al-Ahnaf bin Qais berkata:
"Jauhkanlah majelis kita dari menyebut-nyebut wanita dan makanan. Saya benci seorang laki-laki yang suka membicarakan kemaluan dan perutnya."
[Lihat Siyar A'laamin Nubalaa' (IV/94) dan Faidhul Qadiir (I/538)]
Karena ini bisa mengalihkan perhatian dari menuntut ilmu. Misalnya seseorang berkata: "Tadi malam saya makan sampai kekenyangan." Atau ucapan sejenis YANG TIDAK ADA GUNANYA sama sekali. Juga berbicara seputar urusan wanita, terlebih lagi kalau ada yang membicarakan hubungan suami istri yang dilakukannya. Maka orang seperti ini adalah SEJELEK-JELEK MANUSIA pada hari Kiamat dalam pandangan Allah Ta'ala.
(Dikutip dari kitab Syarh Hilyah Thaalibil 'Ilmi, Syaikh Al-'Utsaimin rahimahullah, Edisi Indonesia: Syarah Adab & Manfaat Menuntut Ilmu, penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi'i, Jakarta)
BERHIASLAH DENGAN MURU'AH (KEHORMATAN)
"Hiasilah diri dengan keindahan ilmu, berupa bagusnya budi pekerti, akhlak yang baik dengan selalu bersikap tenang, berwibawa, khusyu', tawadhu', dan senantiasa bersikap istiqamah secara lahir maupun batin, serta tidak melakukan segala sesuatu yang merusaknya." (Syarh Hilyah Thaalibil 'Ilmi)
Hendaklah seorang pelajar menghindari sesuatu yang sia-sia, baik perbuatan maupun ucapan yang tidak ada manfaatnya. Seorang pelajar juga hendaknya menghindari SIKAP YANG RENDAH dalam majelis ilmu, seperti tertawa terbahak-bahak dan SUKA SENDA GURAU, terutama kalau dia berada di tengah-tengah khalayak umum.
Adapun kalau hanya berada di tengah-tengah teman-temannya saja, maka masalahnya lebih ringan. Namun, jika berada di khalayak umum, hindarilah berbuat sesuatu yang bisa menghinakan dirimu sendiri. Karena itu bisa menghilangkan kewibawaanmu di hadapan orang lain; mereka (bisa) tidak lagi segan kepadamu dan juga (bisa) tidak lagi menghormati ilmu yang engkau ajarkan.
Ada sebuah pepatah:
"Barangsiapa yang banyak melakukan SESUATU, maka dia akan DIKENAL DENGANNYA."
[Riwayat ath-Thabrani dalam al-Awsath (2259), al-Qudha'iy dalam Musnad asy-Syihaab (374), al-Baihaqi dalam Syu'abul Iimaan (4994, 5019), al-Uqaily dalam adh-Dhu'afaa' (III/316), dan Ibnul Qaisarani dalam Tadzkiratul Huffaazh (IV/1416) dari Umar bin al-Khaththab radhiyallahu 'anhu secara mauquf]
Jauhilah segala PERUSAK ILMU INI baik dalam majelis MAUPUN DALAM SETIAP PEMBICARAANMU. Namun, sebagian orang YANG DUNGU menyangka bahwa bersikap longgar dalam hal seperti ini adalah sebuah sikap toleransi.
Imam al-Ahnaf bin Qais berkata:
"Jauhkanlah majelis kita dari menyebut-nyebut wanita dan makanan. Saya benci seorang laki-laki yang suka membicarakan kemaluan dan perutnya."
[Lihat Siyar A'laamin Nubalaa' (IV/94) dan Faidhul Qadiir (I/538)]
Karena ini bisa mengalihkan perhatian dari menuntut ilmu. Misalnya seseorang berkata: "Tadi malam saya makan sampai kekenyangan." Atau ucapan sejenis YANG TIDAK ADA GUNANYA sama sekali. Juga berbicara seputar urusan wanita, terlebih lagi kalau ada yang membicarakan hubungan suami istri yang dilakukannya. Maka orang seperti ini adalah SEJELEK-JELEK MANUSIA pada hari Kiamat dalam pandangan Allah Ta'ala.
(Dikutip dari kitab Syarh Hilyah Thaalibil 'Ilmi, Syaikh Al-'Utsaimin rahimahullah, Edisi Indonesia: Syarah Adab & Manfaat Menuntut Ilmu, penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi'i, Jakarta)
BERHIASLAH DENGAN MURU'AH (KEHORMATAN)
- popular posts -
-
Oleh Ustadz Kholid Syamhudi Di dalam Islam, shalat merupakan ibadah badaniyah yang penting dan telah ditetapkan waktu pelaksanaannya....
-
Silakan mengakses blog baru ana di http://firami.blogspot.com/. Semoga Allah memudahkan bagi kita untuk istiqamah dalam menuntut ilmu, menga...
-
Oleh Ustadz Abu Asma Kholid Syamhudi Kata madzhab berasal dari kata bahasa Arab َهَبَ ذ- يَذْهَبُ - ذَهَابًا - ذُهُوْبًا – مَذْهَبً...
-
Oleh Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi A. Keutamaannya Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sal...
-
Oleh Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al Halabi Al Atsari Allah Ta'ala berfirman : "Artinya : Dan hendaklah kali...
-
Oleh Ustadz Muslim Al-Atsari Nasikh secara bahasa artinya: menghilangkan; menghapuskan; memindahkan; menulis. Adapun secara istilah, mak...
-
سئل فضيلة الشيخ ابن عثيمين في كتاب المناهي اللفظية: كثيرا ما نرى على الجدران كتابة لفظ الجلالة (الله) , وبجانبها لفظ محمد صلى الله عليه وس...
-
Oleh Ustadz Kholid Syamhudi Pada edisi terdahulu, telah kami jelaskan tentang adzan dan iqamat. Yaitu meliputi pengertian, perbedaan an...
-
عَنْ أبي عَبْدِ اللهِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ رَضِيَ الله ُعَنْهُمَا، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ ...
-
Menuntut ilmu agama termasuk amal yang paling mulia, dan ia merupakan tanda dari kebaikan. Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda...





No response to “Berhiaslah Dengan Keindahan Ilmu & Bukan Berhias Dengan Banyak Canda”
Posting Komentar