Islam Tidak Mengenal Hukum Karma
Diposting oleh
"A.A.W"
di
Senin, Juni 27, 2011
Senin, 27 Juni 2011
Label:
Aqidah
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Dalam bahasa sansekerta, karma berarti perbuatan.
Dalam arti umum, meliputi semua kehendak (baik dan buruk, lahir dan batin, pikiran, kata-kata atau tindakan). Karma dikenal juga dengan hukum sebab-akibat. Mereka yang percaya karma yakin bahwa di masa yang akan datang orang akan memperoleh konsekuensi dari apa yang telah diperbuat di masa lalu.
Sepintas ajaran ini mirip dengan Islam, yang mengenal istilah ‘al-jaza’ min jinsil amal’, bahwa hasil itu sepadan dengan usaha yang dilakukan. Padahal ada perbedaan menyolok antara karma dan kaidah islam tersebut. Karma adalah bagian dari kepercayaan Hindu-Budha. Karma tidak terpisahkan dengan ajaran reinkarnasi, yang menyatakan bahwa setelah seseorang meninggal akan kembali ke bumi dalam tubuh yang berbeda. Jadi, mereka meyakini hidup berulang kali di dunia, mesklipun dengan wujud yang berbeda. Tentang nasib, tergantung karma yang diperbuatnya dikehidupan sebelumnya.
Mari kita belajar Siroh / Sejarah Perjalanan Hidup Nabi yang dilalui dengan kepahitan dan penuh dengan musibah/cobaan. Sejak kecil beliau ditinggal mati oleh Ayahanda, disusul Ibunda Tercinta. Kemudian Saat Dewasa , menyebarkan Risalah Mulia, beliau berulang kali hendak dibunuh, dicederai, bahkan diperangi atau difitnah. Apakah ini suatu "sebab-akibat" atau jika bisa disebut "Karma" ? TIDAK dan jelas bahwa cobaan para Nabi dan Anbiya adalah cobaan paling berat yang diberikan Allah pada manusia dibanding manusia lain. Sudah jelas bahwa Karma tidak dikenal dan tidak diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa 'ala alihi wa sallam.
Atau , jika anda membaca berita - berita tentang kaburnya para penjahat koruptor ke luar negeri dan mereka bebas berlenggang dari hukum dunia yang seharusnya menjerat mereka, apakah karena itu mereka bebas dari hukum Allah? artinya penjahat pun juga bisa lepas dari karma (jika memang ada manusia percaya karma, karena para koruptor ini sedang bersenang-senang di dunia, diakhirat mereka akan dibalas dengan hukum Allah dan PASTI mereka tidak bisa lepas dari Azab Allah).
Jadi jelas bukan, bahwa Islam tidak mengenal Hukum Karma. Dan Allah tegaskan dalam Qur'an :
Al-'Imran (3) : 9
رَبَّنَا إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لاَّ رَيْبَ فِيهِ إِنَّ اللّهَ لاَ يُخْلِفُ الْمِيعَادَ
3.9. "Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya". Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.
Jadi , balasan bagi orang dzalim bisa saja disegerakan di dunia agar segera bertaubat , namun bisa juga diberikan balasan saat di akhirat nanti, demikian juga dengan orang yang berbuat baik. Bisa diberi kebaikan segera oleh Allah didunia tapi juga bisa diberi balasan surga nanti saat di akhirat.
Dalam Islam, musibah yang menimpa, memang kadang bisa diartikan dengan balasan, tapi kadang pula berarti pembersih dosa dan terkadang berarti ujian. Orang yang terlanjur berbuat dosapun tidak menutup kemungkinan untuk bertaubat, sehingga efek dosa bisa tercegah, baik di dunia maupun di akhirat. Wallahu a’lam.
- popular posts -
-
Oleh Ustadz Kholid Syamhudi Di dalam Islam, shalat merupakan ibadah badaniyah yang penting dan telah ditetapkan waktu pelaksanaannya....
-
Silakan mengakses blog baru ana di http://firami.blogspot.com/. Semoga Allah memudahkan bagi kita untuk istiqamah dalam menuntut ilmu, menga...
-
Oleh Ustadz Abu Asma Kholid Syamhudi Kata madzhab berasal dari kata bahasa Arab َهَبَ ذ- يَذْهَبُ - ذَهَابًا - ذُهُوْبًا – مَذْهَبً...
-
Oleh Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi A. Keutamaannya Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sal...
-
Oleh Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al Halabi Al Atsari Allah Ta'ala berfirman : "Artinya : Dan hendaklah kali...
-
Oleh Ustadz Muslim Al-Atsari Nasikh secara bahasa artinya: menghilangkan; menghapuskan; memindahkan; menulis. Adapun secara istilah, mak...
-
سئل فضيلة الشيخ ابن عثيمين في كتاب المناهي اللفظية: كثيرا ما نرى على الجدران كتابة لفظ الجلالة (الله) , وبجانبها لفظ محمد صلى الله عليه وس...
-
Oleh Ustadz Kholid Syamhudi Pada edisi terdahulu, telah kami jelaskan tentang adzan dan iqamat. Yaitu meliputi pengertian, perbedaan an...
-
عَنْ أبي عَبْدِ اللهِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ رَضِيَ الله ُعَنْهُمَا، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ ...
-
Menuntut ilmu agama termasuk amal yang paling mulia, dan ia merupakan tanda dari kebaikan. Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda...






No response to “Islam Tidak Mengenal Hukum Karma”
Posting Komentar